lorong

Tag

Aku pernah memilih. Tentunya bukan hanya aku saja yang memilih. setiap manusia pasti pernah melakukannya.
Saat Tuhan memberikan banyak pilihan. Itulah waktu kita harus memilih. Memilih diantara banyak pilihan yang Tuhan berikan.
Di setiap pilihan itu, mewakili sebuah lorong. Yang diujung lorong-lorong tersebut, Tuhan sudah siapkan      sesuatu yang baik. Percayalah… kan Tuhan Maha bijaksana. Ia Maha tahu.
Salah satu dari lorong itu ada yang gelap, lembab, sempit dan berbatu. Aku pernah melewatinya, hingga aku terjatuh, tersungkur, lalu terluka. Aku menangis, tapi suaraku tak bergema, tak ada yang mendengar. Hingga suaraku hilang, yang ada hanya sesunggukkan dan mata lembam.
lalu aku bangkit dan mulai berjalan. Hingga ada cahaya.
Sekarang aku paham, Tuhan sudah menyiapkan sesuatu. Sesuatu itu adalah cahaya.
Cahaya yang indah, berwarna serta bersinar. Yang sinarnya tak menyilaukan mata, meneduhkan dan menyenangkan. Hingga sakit pada luka ini tak terasa lagi. Perlahan mulai membaik.

Indonesia memilih

Tag

,

Indonesia sekarang lagi ramai oleh 2 kandidat. Tentulah semakin ramai karna sudah memasuki zona kampanye.
Dari orang yang “paham” politik dan yang “awam” politik ikut ramai berpendapat, membela, berceloteh, memuji hingga mencela.
Pada dasarnya para kandidat menginginkan Indonesia sejahtera, damai dan aman.
Nah.. sayangnya yang menjadi pemilih, kita kita ini malah ribut sendiri. Menjagokan salah satu hingga berlebih lebihan. Jika ada yang klik di hati kenapa tak kita simpan saja di hati, lalu kita pilih nanti pada saat waktu pemilihan. Bukankah itu lebih bijak.
Tentunya dengan pertimbangan pertimbangan yang baik. Dari yang sudah sudah saat pemilihan, pujian mengalir deras untuk kandidat capres dan cawapres namun saat akhir masa jabatan yang ada berubah menjadi hujatan, celaan dan kecewa.
Semoga kedepannya Indonesia menjadi lebih baik dalam hal yang baik.

Izinkan aku sembuh

Tag

, ,

4aku pernah mengalami hal yang di mimpi kan oleh setiap wanita.. sungguh!

aku pernah berharap  penuh mimpi-mimpi dengannya

aku pernah terharu karena ucapannya, hingga penuh di ulu hati ini karenanya…

aku pernah berdoa untuknya, hingga membentuk untaian untaian yang penuh ikhlas di dalamnya yang ku panjatkan pada Illah.

aku pernah tersenyum karena niat tekadnya… sungguh!

aku pernah tertawa karena tingkah nya …

namun..

kini mimpi itu perlahan lenyap… memudar seiring waktu

harapan itu ku hapus bersih tak berjejak lagi goresannya..

bukan lagi haru yang ada di dalam ulu hatiku, namun yang bersemayam kecewa dan luka..

tak ada lagi doa ku panjatkan untuk dia, tak ada..

kini yang ku pinta agar Allah sembuhkan luka..

keringkan duka..

hilangkan bekas lara..

karena, tak ada hak untukku membalasnya dengan yang sama atau yang lebih duka..

hanya saja..

Ya Allah.. izinkan aku sembuh dari luka…

Yang tersembunyi, dalam diam

Tag

, , ,

tangan hangat ibuKawan pernahkah memperhatikan tangan ibu. Cobalah sekali perhatikan dan bandingkan dengan tangan kita. Usaplah dengan lembut dan perhatikan dengan seksama, tangannya mulai berkerut dan terlihat lelah.  Seakan sudah banyak sekali kisah perjuangan dalam diam dan tersembunyi yang telah dikerjakan.

Entah mengapa jika lelah raga ini, lalu tangan ibu menyentuh kepala atau pun tangan ini, terasa ada kedamaian yang perlahan menjalar lembut. Saat genggamanpun mulai menguat, perasaan tenang datang menghampiri. Lalu ketika raga ini sakit, tangan ibu yang segera tanggap mengobati. Dan mulailah ringan sakit ini. Adalah benar, ibu selalu siap berada di gardah terdepan, menemani dalam keadaan tak berdaya

Dan tak letih tangan ibu terbuka memohon keselamatan dan kebahagiaan untuk kita pada Allah SWT. Walaupun kita tak pernah meminta. Lalu mengapa kita begitu lancang menyakitinya. Astghfirullahal adzim

Hanya cintanya, Muhammad Saw.

Tag

, , , , ,

Jatuh cinta bisa datang dari berbagai penjuru. Bisa datang dari dari berbagai pintu. Dari pintu pendengaran, atau dari pintu penglihatan lalu tersusun dalam hati. Namun dengan dia lain. Berbeda sekali, sungguh. Tak pernah melihat secarik foto yang menggambarkan elok rupanya. Tak pernah mendengar suaranya yang mendamaikan jiwa. Sungguh belum pernah, namun percaya bahwa dia nyata. Dia dulu ada dan tetap ada dalam jiwa. Keberadaanya tertanda kasih Tuhan tiada tara. sebuah anugerah dari Illah, sang pembawa kabar gembira dan peringatan nyata. kaligrafi Muhammad saw

Cinta kepada umatnya tak perlu diragukan, dari bibirnya tersebut nama kita disebut, di penghujung hidupnya. Lirih rintih mengkhawatirkan kita. Rindunya kepada kita begitu besar. Sedihnya dia, saat  kita begitu lancang durhaka pada Illah, Bersenandung dalam maksiat dan lalai. Wajahnya murung saat kita bergelimang dosa, dan tak mau menyadarinya.

Senyumnya terlukis saat kita khusu dalam penghambaan pada Illah. Tenang hatinya, saat kita kembali kejalan yang benar. Bahagianya dia saat di antara kita tak ada permusuhan dan saling bergandeng tangan dalam kebenaran.

Mungkin cinta kita tak akan mampu membalas cintanya. Mungkin doa kita tak akan mampu menyaingi tulusnya doanya. Mungkin rindu kita tak akan bisa sebesar rindunya. Namun setidaknya ada cinta yang selalu kita siaram agar tumbuh dan menjalar dalam jiwa, berakar kuat sehingga tak tergoyahkan. Berdaun lebat mendaikan dalam langkah serta berbunga indah menghiasi dalam penghambaan kepada Allah. Di pengharapan kita, semoga kelak di pertemukan padanya, memandang wajah teduhnya. Menatap mata damainya. Mencium tangannya bahkan mungkin bisa memeluk tubuhnya. Tak akan bisa terbanyang betapa indah saat itu. tak akan bisa terbanyang sungguh.

 

Ingatkah Saat Kita

Tag

,

kasih-ibuIngatkah saat kita …

Ingatkah, saat lemah badan kita ini

Ada tangan yang siap mendekapkan penuh hangat menyelimuti

Ingatkah, saat gundah jiwa kita ini

Ada tutur kata yang mendamaikan  hati

Ingatkah, saat kegembiraan bersenandung riang dalam hidup kita

Ada senyum syukur yang menghias wajahnya

Ingatkah, saat mendung duka menyelimuti kita

Ada tetes air mata yang tersembunyi,diam-diam berdoa

 

 

 

Di Pengharapan Hamba

Tag

, , , , ,

Senandung asa membumbuh tinggi
Harap dan cemas menjadi satu susunan
Bahkan bayangan mimpi seolah nyata
Berharap di ujung penantian
Biarlah tangan Tuhan yang mencipta nyata
Di balik senandung asa
Ada doa yang melesat terbang
Bak kilat, saat hujan datang
Ada air mata pengharapan hamba
Yang lebih jernih dari tetesan hujan
Ada langkah yang mencipta jejak
Bagaikan kenangan setelah peristiwa
Dan Ada peluh saat jiwa lelah
Saat sang hamba melangkah bersenandung asa

Video

Kesempatan Kedua

Tag

,

setiap insan mempunyai hak untuk mendapatkan kesempatan kedua
kesempatan untuk di percaya
kesempatan untuk di maafkan
kesempatan untuk di terima
kesempatan untuk berubah
kesempatan untuk memperbaiki diri
kesempatan untuk berjuang
kesempatan untuk tersenyum
kesempatan untuk sembuh
kesempatan untuk di kasihi
kesempatan, kesempatan dan kesempatan ke dua lainnya

Seakan Berdebu Namun Tak Berkarat

Tag

, , ,

Assalamu’alaikum warokhmatullahi wa barakatuh 😛 Apa kabar kawan semua :D? lama sekali, saya baru bisa berkunjung di WP . Seakan sudah berdebu disana sini (#menunduk sedih 😥 ), tapi semoga saja belum berkarat 😳 #menghibur diri.

Serabut sinar bulan ini, menerobos lembut di awan kemudian perlahan muncul dan menghilang secara teratur saat awan malam bergerak, dari kejauhan bintang gemintang berkedap kedip memperlihatkan keagungan-Nya, damailah malam ini.

Waktu bergulir dengan cepatnya, tak terasa bulan ramadhan tinggal menghitung hari lagi. Suasana malam, saat suasana pagi dan sorepun sudah  terasa aroma bulan ramadhan. Terasa hangat, terasa dekat dan terasa akan kedatanganya. Semoga kita semua (bagi yang menjalankan kawan 😉 hehee ) bisa merasakan indahnya bulan ramadhan. aamiiin. Inilah secarik cerita saya kawan, semoga ada waktu lagi tuk dapat bertemu lagi.

::: selamat beristirahat kawan semua 🙂 :::

wassalamu’alaikum warakhmatullahi wa barakatuh